Rabu, 19 September 2012

Charger Holder dari Tetrapak


Sebetulnya saya membuat charger holder ini terinspirasi dari blognya mbak Regina yaitu: toscaberries....di situ charger holdernya terbuat dari botol bekas sabun cair. Berhubung botolnya masih dipake, maka dibuatlah dari tetrapak....kalau kata peribahasa Indonesia sih, tak ada rotan akar pun jadi.
Cara membuatnya juga tidak jauh berbeda dengan yang di toscaberries.... 


Happy crafting !!....
@_@
      salam,

Selasa, 11 September 2012

Cepuk dari Bekas Gulungan Selotip

Apa kabar sahabat semuanya ?....sudah lama ya saya nggak muncul ! Baiklah, mumpung masih di bulan syawal ini, belum terlambat kan saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin bila ada kata dan laku yang tidak pantas selama ini. Mudah-mudahan kita semua senantiasa ada dalam lindungan Tuhan YME....amiiin.

&#&

    Masih ingat postingan bulan Juli lalu ? itu lho Printable Bias Tape Maker !!, kalau lupa bisa dilihat lagi ya di sini.... ada beberapa helai bias tape (1") yang saya buat (6 helai warna pink dan 6 helai warna orange muda). Dari pada bias tape ini nganggur....hehe, saya manfaatkan saja untuk membuat cepuk beranyam.
 Cepuknya saya buat dari bekas gulungan selotip/double side tape, lalu diberi anyaman kain. Dan jadilah cepuk beranyam ini.
Yuk, kita lihat cara membuatnya !....

Bahan dan alat yang dipergunakan :
5 buah bekas gulungan selotip (atau tergantung keinginan), kain perca untuk bias tape ukuran 1" dan karton coklat (cardboard, bisa karton bekas air mineral atau lainnya). Lem putih, lem tembak, pensil, gunting kain, dan gunting kertas. Oya, ada yang terlewatkan (hm....selalu saja ada yang lupa), karton manila dan karton bekas susu, dan satu lagi... double tape.
Cara membuatnya :
1-3. Gulungan selotip diberi lem putih, lalu tempelkan satu persatu bertumpuk menjadi silinder, biarkan hingga lem kering.
4-6. Buat pola lingkaran dari silinder ini pada karton coklat sebanyak 3 buah. Tempelkan salah satu pola pada dasar silinder, biarkan kering.
7-8. Ukur panjang dari ujung atas melewati dasar cepuk hingga ujung atas yang lainnya, dan ukur lingkaran cepuknya.
9-10. Siapkan 6 helai bias tape warna pink dengan ukuran no.7 (lebihkan 3-4cm), dan 5 helai warna orange dengan ukuran no.8. Untuk warna pink, lipat semuanya jadi 2 (untuk menandai bagian tengahnya).
11-14. Tempelkan bias tape satu persatu (ditumpuk) di bagian tengahnya dengan lem tembak hingga membentuk lingkaran, ini untuk bagian vertikalnya dari anyaman.
15. Pasang tumpukan bias tape tadi (no.14) di atas dasar cepuk dengan lem tembak.
16-18. Pasang ujung salah satu bias tape orange dengan lem tembak, lalu anyam sampai kedua ujung bertemu, beri lem.
19. Supaya berdiri, beri lem bias tape vertikal yang berada dibagian luar bias tape orange.
20. Anyam semuanya seperti tadi.
21-22. Rekatkan sisa-sisa bias tape vertikal ke dalam cepuk.
rekatkan bagian-bagian yang kurang rapi dengan lem tembak 
  23-24. Ambil karton coklat lingkaran yang ke-2 (no.5), beri lem dan tempelkan pada kain lalu gunting (jangan lupa dilebihkan 1cm). Gunting-gunting sisa kainnya, lalu beri lem putih dan rekatkan.
25-26. Beri lem tembak, dan tempelkan ke dasar cepuk.
27. Buat pola bagian dalam lingkaran pada karton bekas susu, lalu buat seperti no.23-24. Oya, bikin 2 buah seperti ini ya (untuk alas dan lapisan tutup cepuk)!....
28. Tempelkan salah satunya ke alas cepuk.

Untuk membuat tutupnya, lakukan hal yang sama seperti karton pada no.23-24....tapi saya membuatnya dengan menggunakan kain 2 warna seperti di bawah ini. Ssssstt.....sebetulnya perca kainnya kurang, jadi terpaksa saya sambung dengan doubletape...hihi 
sebelum ditempelkan, kain yang orange salah satu bagian sisinya dilipat terlebih dahulu...
baru diberi double tape dan ditempelkan di atas kain yang pink
Sebagai engselnya saya buat dari sisa bias tape dengan panjang 3cm sebanyak 2 buah, lalu direkatkan dengan doubletape, 
Pasang engselnya, lalu tutup dengan bahan lapisan no.27 dengan lem tembak seperti ini,...
Eiit, jangan lupa pasang juga bias tape 1 buah dengan panjang 4cm (untuk handle) dan dilipat bagian tengahnya, lalu dipasang di ujung yang lain dari tutup ini (gambar bawah).
Tempelkan engselnya di badan cepuk dengan lem tembak.

Sekarang kita akan melapisi bagian dalam cepuknya. Kita membutuhkan karton manila dan kain tentunya...
ukuran karton manilanya adalah tinggi dan panjang keliling bagian dalam cepuk, sedangkan untuk kainnya masing-masing dilebihkan 1cm. Beri lem putih tipis-tipis pada karton manila, lalu ditempel pada kain.
Gunting di sudut-sudut kainnya....
Lipat semua kelebihan kainnya kecuali salah satu ujung kain dibiarkan, dan rekatkan dengan lem yang dilipat tadi.
lalu tempelkan lapisan tadi ke dalam dinding cepuk....dan, sekarang tidak ada yang menduga kalau capuk ini terbuat dari gulungan bekas selotip kan !!....

Hiasi tutup cepuk biar lebih cantik.....
Sebelum membuat cepuk ini, beberapa tahun yang lalu saya pernah membuat tempat pensil yang juga dari gulungan bekas selotip, tapi sekarang menjadi tempat gunting hias....ini dia,
Oke, mudah-mudahan postingan ini menjadi inspirasi bagi sahabat semua.....
Selamat bercrafting ria !!.....
@_@
           
      salam,

Senin, 09 Juli 2012

Printable Bias Tape Maker !.....wah, ini dia !!

Kenapa saya bilang begitu ?....Karena waktu kali pertama saya membaca judul ini dan melihat alat untuk membuat bias tape atau bias binding buatan Carla ini, saya kagum sekali dan senang tentunya, kenapa (lagi) ? Ya, dengan 'bantuan' Carla saya pikir pasti bisa membuat sendiri alat ini, hanya dengan karton manila atau kertas jilid ukuran A4 dua lembar.
Dan, ternyata saya bisa membuatnya.....gampang lagi !
Penasaran ?!.....Oke, saya kasih tahu ya ! Kunjungi saja blognya Carla, The Scientific Seamstress... di sini kita akan mendapatkan printable bias tape maker secara gratis.

Setelah dicetak, kita akan mendapatkan intruksi cara membuatnya dan 2 ukuran bias tape maker, yaitu ukuran 1/2 " dan 1".
gambar di bawah adalah printable bias tape maker ukuran 1/2 "

Di sini saya menggunakan kertas jilid ukuran A4 (saya beli di toko buku yang sudah dipotong ukuran tersebut) untuk printable-nya, sebanyak 4 lembar (2 lembar untuk satu bias tape maker). Dan setelah saya potong sana...potong sini, lalu dilem, jadilah 2 buah bias tape maker ini, yaitu ukuran 1/2" dan 1".
Dan...saya mencobanya dengan sisa kain katun polos yang terlebih dahulu saya potong dengan lebar yang telah ditentukan....ini dia,

Dari lembar-lembar bias tape yang sudah jadi tadi (ukuran 1/2"), saya manfaatkan untuk membuat 'cepuk beranyam' seperti ini,
 bagaimana ?.....lumayan kan.....
Ayo mampir saja ke The Scientific Seamstress.






      salam,

Rabu, 06 Juni 2012

Origami @ Beautiful Bow



Apa kabar semuanya ?!......pastinya baik kan !
Oya, kali ini saya ingin berbagi mengenai origami bow. Seperti pada postingan bulan Mei lalu, saya menyinggung sedikiiit tentang ini.

Pada 5 Juni kemaren, saya dan konco-konco PKK di lingkungan RT kami kebagian tugas menjadi panitia penyelenggara pertemuan rutin kegiatan PKK RW-08.
Jadi kami mempersiapkannya sejak pertengahan bulan Mei lalu. Dan saya berinisiatif membuat origami bow ini untuk hiasan pada hadiah doorprize, agar selain penampilannya lebih cantik juga tidak perlu mengeluarkan biaya lagi, karena saya buat dari bahan bekas, yaitu kertas majalah lama. Doorprize-doorprize selalu disediakan tiap bulannya, dan jumlahnya tergantung si panitia penyelenggara. Nah kali ini, panitia menyediakan doorprize-nya sebanyak 30 buah, tapi ternyata banyak juga warga RT kami yang ingin berpartisisapi, eh salah....berpar-ti-si-pa-si...aduh, kok jadi ribet amat ngejanya ya....

Saya membuat pita-pita ini sambil nonton teve, ya sambil menyelam minum air....Tadinya mau membuat hanya 30 buah, tapi karena keasyikan membuatnya, akhirnya jadi 42 buah. Ternyata itu pun masih kurang, tapi tak mengapa,...doorprize yang tidak dihias pita, disisihkan untuk panitia ...heheh. Karena komitmennya, kalau yang dikocok keluar nama panitia, teu kaci (tidak boleh) kata orang Sunda mah.
      Setelah selesai membuat pita-pita ini, saya jadi ingat janji saya untuk membuat tutorial origami bow ini pada sahabat bilik hobiku.
Dan ini dia cara membuat origami bow-nya, mudah-mudahan gambar-gambar di bawah ini bisa menjelaskannya ya....
Nah ini dia beautiful bow....memang cantik kan !
Finishing pita bisa digunting di kedua ujung pita seperti gambar paling bawah, dan bisa juga ditambah/ditempel dengan semacam bunga ulir di tengahnya, seperti gambar di bawah ini,
 

Oya, pita-pita ini lalu saya aplikasikan ke doorprize yang saya ceritakan tadi,
saya sengaja membuat 3 buah doorprize ini untuk disumbangkan pada acara kegiatan tersebut. Eh, panitia setelah melihat ini ternyata menginginkannya juga....ya, akhirnya saya membuat lagi 2 buah doorprize khusus untuk diperebutkan panitia,

Dan ini dia banyaknya doorprize yang disediakan panitia yang nantinya akan dikocok buat ibu-ibu PKK, nilai harganya masing-masing sih tidak seberapa, tapi tetap sangat menyenangkan lho bagi kami.....seru n fun !!

Oke, selamat berorigami ya....happy crafting !.... 
  

      salam,

Sabtu, 12 Mei 2012

'Hatam' Iqro

Seminggu yang lalu murid-murid saya ceritanya 'hatam' Iqro.....ya, biasanya 'kan hatam Quran, tapi ini berhubung  ibu-ibu yang belajar Iqro - jadi begitu gembiranya, setelah mereka selama setahun menyelesaikan Iqro 1-6, mereka menyebutnya 'hatam' Iqro, biar lebih keren katanya....hihi !
Saya mengajar Iqro ini, seminggu sekali, tiap hari Jumat jam 4 sore. Persis satu tahun. Alon-alon asal kelakon, begitu prinsip saya dalam mengajar iqro ini pada ibu-ibu, halah...gayanya, hehe. Tapi semua murid saya ini no problem kok, mereka menyetujui hal ini, yang penting mereka mengerti dan bisa apa yang saya ajarkan.
Diantara murid-murid ini, salah satunya adalah kakak ipar saya (kakak suami saya) - dan yang paling kritis diantara semua murid. Kenapa ?....Ya, karena sering membuat saya kelabakan untuk menjawab pertanyaannya. Pertanyaannya sering diluar dugaan, misalnya,  " kenapa ini nulisnya renggang, sedangkan yang itu berdempetan ?", atau, "kenapa ada huruf  lam-alif di atas tanda waqof ?"....wadduuuuhh
Dan saya menjawabnya semampunya.Tapi saya senang. Saya jadi sama-sama belajar juga. 
Oya, untuk merayakan 'hataman' ini, ibu-ibu memberi kejutan pada saya. Selain membuat nasi kuning untuk disantap bersama-sama, mereka juga memberi saya bingkisan....ini dia bingkisannya :
bingkisan ini disertai sebuah surat dalam bahasa Sunda. Isi suratnya, atau lebih tepat disebut apa ya ? sajak mungkin ya ?..... dan langsung dibacakan oleh kakak ipar saya - dan tentunya beliaulah yang membuat surat bersajak ini. Begini isi suratnya :

Ass.wbr....
Bunda,
ti abdi sadaya 'Iqro'cs
* Aya kahayang sapanjang jalan
Aya kaemut saikeut rambut
Hayang mere saengang hate
Tapi hanjakal kawengku kamampu ngan sajengkal
* Sanes diri "calon qori" teu ngarti
Sanes murid atik lali ka jasa  pangatik
Sanes teu isin mere maweh ngan sapisin
Mung "IEU" nu tiasa kahatur ka pangersa Bunda
* Harga mahal.........moal bakal
Nilai kwalitas.........lepas
Tampilanana....... saayana
Tapi mugia guna manfaat Insya Allah aya.....
Nu pasti Allah SWT bakal ngabales 
Kasaean oge pangabdian salira
dina ngatik ngaji Al Qur'an abdi sadaya. Amien
* Oge hapunten samudaya kalepatan,
kakirangan sareng kaalpaan.
* Hatur sewu nuhun

Wassalam
IQRO cs

aahh jadi terharu........http://www.emocutez.com


Saya mengajar iqro di gedung serba guna (yang sangat sederhana) di lingkungan RT kami, lebih tepatnya kami sebut ruang itu BALE FLAMBOYAN - nama flamboyan diambil dari nama Dasa Wisma RT kami.
Mau tahu suasana belajar iqro di bale ini ?.....waah, seruuu !!!...Serunya ? Ya, diantaranya ada murid saya  yang punya anak balita, Aidil namanya (1,5 tahun). Jadi, ibunya mengaji sambil menyusui si Aidil. Kalau sudah selesai minum susunya, dia akan berlari-lari mengitari ibu-ibu yang sedang belajar. Atau kejar-kejaran dengan anak yang lain sambil teriak dan ketawa-tawa. Dan saya harus fokus mendengarkan ibu-ibu yang mendapat giliran baca iqro,... wah, apalagi kalau ibu-ibu suaranya kecil, kuping saya harus ekstra 'fokus', soalnya kuping saya ini rada-rada gimanaa gitu, hehe.
Nah, biasanya anak-anak yang lebih besar dari Aidil (dari TK-SD), diantaranya anak dari ibu-ibu yang mengaji ini, bermain di luar bale. Tapi bila hujan datang, terpaksa anak-anak masuk ke  bale. Bisa dibayangkan dong, bagaimana riuhnya ruangan ini....kata orang Sunda mah 'recet' euy !
   http://www.emocutez.com 
dan....saya harus lebih dan lebih fokus lagi, heuheuheuheu ! Namanya juga anak-anak, inginnya selalu dekat dengan ibunya....
Eh, tapi kalau anak-anak lagi 'sholeh', mereka akan duduk manis di sebelah ibunya masing-masing yang sedang belajar iqro. Dan mereka akan memperhatikan ibunya yang mendapat giliran membaca. Bila si ibu salah membaca, mereka akan menegur, "ibu, salaaah...!!", hihihi....saya jadi punya asisten deh.
Yaa...., begitulah suka dukanya mengajar ibu-ibu ngaji. Seru dan happy !!!!....



   

       salam,