Tampilkan postingan dengan label intermezzo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label intermezzo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 November 2012

T A R A S I (Terasi)

Beberapa waktu yang lalu, saya dan suami menonton tayangan televisi swasta yaitu tentang pembuatan terasi (bahasa Sundanya tarasi). Terasi yang ditayangkan itu dibuat dari udang rebon yang diolah sedemikian rupa, sehingga jadilah terasi/tarasi.
Tapi di sini saya tidak akan menceritakan proses pembuatan terasinya ya....Saya hanya ingin bercerita sedikit tentang obrolan saya dengan suami saya ketika melihat tayangan
si terasi tadi.
Begini obrolannya,
Suami : "Wah, kalau anak-anak sering dikasih tarasi bagus pisan tuh !!"
Walaupun hati saya bertanya-tanya, tanpa curiga sedikit pun saya langsung menyahut. Saya pikir mungkin karena terasinya terbuat dari udang rebon, maka bagus untuk anak-anak. Lalu.....
Saya : "Iya gitu ??????"
Suami : "Iya dong, supaya  anak jadi tara sieunan !!...."
Saya : "....>o<   ?_!   >o<..."
http://www.emocutez.com
http://www.emocutez.com 

Waduh, tertipu lagi deh saya.....!
Kalau orang Sunda pasti mengerti percakapan tadi. Jangan khawatir bagi yang nggak ngerti, saya uraikan di bawah ini ya,....
tara, artinya tidak pernah
sieunan, artinya penakut, kata dasarnya sieun yang artinya takut
Jadi tara sieunan bisa diartikan tidak penakut.

Nggak nyambung kan antara terasi/tarasi dengan tidak penakut....hehe
Ya, begitulah......suami saya ada-ada saja !!

(@_@)

            salam,

Sabtu, 12 Mei 2012

'Hatam' Iqro

Seminggu yang lalu murid-murid saya ceritanya 'hatam' Iqro.....ya, biasanya 'kan hatam Quran, tapi ini berhubung  ibu-ibu yang belajar Iqro - jadi begitu gembiranya, setelah mereka selama setahun menyelesaikan Iqro 1-6, mereka menyebutnya 'hatam' Iqro, biar lebih keren katanya....hihi !
Saya mengajar Iqro ini, seminggu sekali, tiap hari Jumat jam 4 sore. Persis satu tahun. Alon-alon asal kelakon, begitu prinsip saya dalam mengajar iqro ini pada ibu-ibu, halah...gayanya, hehe. Tapi semua murid saya ini no problem kok, mereka menyetujui hal ini, yang penting mereka mengerti dan bisa apa yang saya ajarkan.
Diantara murid-murid ini, salah satunya adalah kakak ipar saya (kakak suami saya) - dan yang paling kritis diantara semua murid. Kenapa ?....Ya, karena sering membuat saya kelabakan untuk menjawab pertanyaannya. Pertanyaannya sering diluar dugaan, misalnya,  " kenapa ini nulisnya renggang, sedangkan yang itu berdempetan ?", atau, "kenapa ada huruf  lam-alif di atas tanda waqof ?"....wadduuuuhh
Dan saya menjawabnya semampunya.Tapi saya senang. Saya jadi sama-sama belajar juga. 
Oya, untuk merayakan 'hataman' ini, ibu-ibu memberi kejutan pada saya. Selain membuat nasi kuning untuk disantap bersama-sama, mereka juga memberi saya bingkisan....ini dia bingkisannya :
bingkisan ini disertai sebuah surat dalam bahasa Sunda. Isi suratnya, atau lebih tepat disebut apa ya ? sajak mungkin ya ?..... dan langsung dibacakan oleh kakak ipar saya - dan tentunya beliaulah yang membuat surat bersajak ini. Begini isi suratnya :

Ass.wbr....
Bunda,
ti abdi sadaya 'Iqro'cs
* Aya kahayang sapanjang jalan
Aya kaemut saikeut rambut
Hayang mere saengang hate
Tapi hanjakal kawengku kamampu ngan sajengkal
* Sanes diri "calon qori" teu ngarti
Sanes murid atik lali ka jasa  pangatik
Sanes teu isin mere maweh ngan sapisin
Mung "IEU" nu tiasa kahatur ka pangersa Bunda
* Harga mahal.........moal bakal
Nilai kwalitas.........lepas
Tampilanana....... saayana
Tapi mugia guna manfaat Insya Allah aya.....
Nu pasti Allah SWT bakal ngabales 
Kasaean oge pangabdian salira
dina ngatik ngaji Al Qur'an abdi sadaya. Amien
* Oge hapunten samudaya kalepatan,
kakirangan sareng kaalpaan.
* Hatur sewu nuhun

Wassalam
IQRO cs

aahh jadi terharu........http://www.emocutez.com


Saya mengajar iqro di gedung serba guna (yang sangat sederhana) di lingkungan RT kami, lebih tepatnya kami sebut ruang itu BALE FLAMBOYAN - nama flamboyan diambil dari nama Dasa Wisma RT kami.
Mau tahu suasana belajar iqro di bale ini ?.....waah, seruuu !!!...Serunya ? Ya, diantaranya ada murid saya  yang punya anak balita, Aidil namanya (1,5 tahun). Jadi, ibunya mengaji sambil menyusui si Aidil. Kalau sudah selesai minum susunya, dia akan berlari-lari mengitari ibu-ibu yang sedang belajar. Atau kejar-kejaran dengan anak yang lain sambil teriak dan ketawa-tawa. Dan saya harus fokus mendengarkan ibu-ibu yang mendapat giliran baca iqro,... wah, apalagi kalau ibu-ibu suaranya kecil, kuping saya harus ekstra 'fokus', soalnya kuping saya ini rada-rada gimanaa gitu, hehe.
Nah, biasanya anak-anak yang lebih besar dari Aidil (dari TK-SD), diantaranya anak dari ibu-ibu yang mengaji ini, bermain di luar bale. Tapi bila hujan datang, terpaksa anak-anak masuk ke  bale. Bisa dibayangkan dong, bagaimana riuhnya ruangan ini....kata orang Sunda mah 'recet' euy !
   http://www.emocutez.com 
dan....saya harus lebih dan lebih fokus lagi, heuheuheuheu ! Namanya juga anak-anak, inginnya selalu dekat dengan ibunya....
Eh, tapi kalau anak-anak lagi 'sholeh', mereka akan duduk manis di sebelah ibunya masing-masing yang sedang belajar iqro. Dan mereka akan memperhatikan ibunya yang mendapat giliran membaca. Bila si ibu salah membaca, mereka akan menegur, "ibu, salaaah...!!", hihihi....saya jadi punya asisten deh.
Yaa...., begitulah suka dukanya mengajar ibu-ibu ngaji. Seru dan happy !!!!....



   

       salam,

     

Selasa, 14 Februari 2012

E V A K U A S I

Mendengar istilah dievakuasi, suami saya langsung berkomentar ketika melihat tayangan televisi mengenai pengevakuasian korban selamat kecelakaan mobil.
Dengan ekspresi serius, suami saya bilang : "Seharusnya istilah evakuasi dipakai di udara, bukan di darat !" Dan dengan ekspresi lugu saya bertanya : "Haah, kenapa......emang ada istilah lain untuk di darat ?"
Dalam ekspresi yang sama, suami menjawab : "Iya, 'kan di udara ada Adam Air !".....
"Gimana, yah ?"......tanya saya lagi, dengan ekspresi masih sama.......luuugu !
"Kalau di udara 'kan ada Adam Air tuh, jadi cocok kalau istilah Evakuasi ada di udara....iya 'kan ? !!"...dalih suami.
Untuk beberapa saat, otak saya penuh dengan tanda tanya, tanda tak mengerti...hehe :-/

HuuuuH....... Saya dibuat kheki dan telmi lagi deh !   

Selasa, 25 Oktober 2011

TOSCA ( tos ka ......... )

Ini cerita saya mengenai warna.
Kalau ingat warna tosca atau melihat warna ini, saya selalu teringat percakapan kami (saya, suami, dan anak pertama kami, Pandu Asia). Begini ceritanya.
Dulu, waktu anak saya yang pertama ini masih duduk di bangku SD, kalau tidak salah kelas 3, menanyakan warna tosca. Pada waktu itu kami sedang dalam perjalanan menuju rumah
ibu saya, tiba-tiba anak saya Pandu bertanya :
" Bunda, kalau warna tosca itu yang 'gimana ? ''.....
Waduh, saya kebingungan menjawabnya !..... Tapi akhirnya saya jawab :
'' Tosca itu warna biru turqis atau hijau turqis. Nanti ya, kalau di perjalanan ada warna itu bunda tunjukkin !! ''. Dalam hati, pasti nggak ngerti apa yang saya maksud. Eeh....betul juga,
dia menanyakan warna turqis itu yang kayak 'gimana.
Setelah agak lama kemudian, di pinggir jalan ada spanduk yang warnanya tosca, lalu saya tunjukin bahwa warna yang dimaksud adalah seperti itu. Dan terus saya beritahu dia jika ada warna yang mirip-mirip selama dalam perjalanan, entah itu rumah, mobil atau baju sekalipun. Suami saya juga memberitahu bila dia melihatnya. Dan Pandu sudah mulai mengerti warna yang dimaksud dengan menunjukkannya ketika dia melihat ada warna tersebut.
Tiba-tiba suami saya nyeletuk : " Tuh, Pandu mobil itu juga warnanya tosca !! ".....
Saya celingukkan, nyari warna itu, juga Pandu, tapi tidak ada.
" Mana ayah, kok nggak ada ?! "....
Saya menanyakan itu sambil kebingungan.
" Ituuu, mobil yang persis di depan kita !! " kata suami saya.
Lho, dimana tosca nya ? Yang ada malahan warna abu-abu yang sudah belel dan di sana-sini banyak karatan. Kayaknya sih, itu mobil belum selesai diampelas, makanya banyak karatan.
" Ayah, itu mah bukan warna tosca atuh, tapi warna abu-abu !! " kata saya.
Apa coba jawaban suami saya ?.......begini katanya :
" Iyaa..... warnanya toskaduruk !! "
Hmmm, suamiku.... suamiku.... adaaaa aja yang bikin orang tersenyum/ketawa ! Eh nggak juga, anak saya masih kebingungan, hehe ! Tapi kemudian dia mengerti setelah saya
terangkan maksud ayahnya.
Toskaduruk itu adalah bahasa Sunda, yang ditulisnya terpisah : tos kaduruk, artinya sudah terbakar, tos artinya sudah, sedangkan kaduruk artinya kebakar/terbakar. Dan memang mobil itu seperti tos kaduruk !!......... hehehe. Oops, maaf !
Itulah suamiku, sering membuat saya jadi 'telmi' sekaligus ketawa, tapi lebih sering sih membuat saya kheki. Di manapun atau kapanpun, kalau dia melihat atau mendengar sesuatu, selalu saja ada komentar yang membuat orang geli, dan kok bisa-bisanya sampai kepikiran oleh suamiku.
Suatu saat ayahnya Pandu, halaah....bilang aja suami, menanyakan siapa pasangan dari matahari. Saya jawab aja bulan, iya 'kan ?!....
Ternyata jawabannya salah sodara-sodara ! lho ??....... Katanya yang betul adalah uwa.
Kok bisa ?
" Bisa ! " katanya lagi : " 'kan kalau bulan pasangannya purnama, bulan-purnama, kalau langit pasangannya bumi, siang-malam atau beurang-peuting (bahasa Sunda) trus ibu-bapa
atau ema-bapa, dan paman-bibi atau emang-bibi. Nah, kalau uwa 'kan nggak
ada pasangannya, matahari juga, jadi pasangin aja, matahari-uwa, gitu !! "
Uuuuuhhh, jadi kheki deh !.......
Uwa di sini adalah bahasa Sunda yaitu kakak laki-laki atau perempuan dari ayah atau ibu. Jadi kalau urang Sunda, untuk laki-laki atau perempuan menyebutnya sama, yaitu uwa, beda dengan orang Jawa, yaitu pakde dan bude.
Lho, lho lho.......kok jadi ngawur begini, 'kan tadi lagi cerita soal warna, kenapa
jadi matahari dan uwa ya ? Nggak apa-apa 'kan, udah naggung diketik,
sayang untuk didelet !.... hehe.
Ya sudah, saya akhiri saja cerita mengenai warna tosca ini.
Sampai ketemu di intermezzo yang lain !.....