Tampilkan postingan dengan label Sewing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sewing. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Desember 2014

Bros Bunga Kain Perca

Kali ini saya ingin sharing cara membuat bunga dari kain perca. Walaupun mungkin tutorial ini sudah banyak yang tahu, tetapi tidak ada salahnya kan saya ulangi ?!!....Kebetulan saya sedang membuat bros untuk seragam pengajian, jadi sekalian saja saya jeprat-jepret memoto untuk dishare di bilik hobiku ini.
Ya, itung-itung ini juga bagi saya untuk dokumentasi.
Baiklah, kita langsung saja yuk bagaimana cara membuatnya ?!........

Bahan : Kain perca, peniti bros, kain felt, sedikit dacron dan benang jahit
Alat : gunting, jarum pentul, jarum jahit dan lem tembak


Potong kain perca motif ukuran 5x5cm sebanyak 6 buah dan 3 buah lagi untuk kain polos.
Kain felt dipotong bundar dengn diameter 3,5cm, dan yang lainnya dipotong kecil bentuk love atau sesuai selera.

Ambil sedikit dacron dan taruh diatas kain perca motif

Lipat dan beri jarum pentul supaya tidak berubah, lakukan hal ini sebanyak 5 buah.

Susun kain yang telah diberi dacron tadi seperti di atas, lalu jahitlah/jelujur sekeliling pinggirnya. Dan tarik benangnya, lalu matikan jahitannya.

Nah, akan seperti inilah jadinya.....kelopak bunga.

Lakukan cara yang sama seperti pada kain motif untuk kain polos, dan susun seperti di atas lalu jahit dan tarik benangnya, matikan jahitannya.

Ini dia jadinya. Oh ya, jangan lupa rapikan bagian bawahnya dengan gunting.

Bentuk bundar sisa kain motif yang ke-6 dengan menggunting sudut-sudutnya.

Jelujur pinggirannya seperti membuat yo-yo.

Tarik benangnya sedikit, lalu taruh dacron secukupnya, kemudian tarik lagi benangnya, dan matikan jahitannya. Maka jadinya akan seperti gambar di bawah (bulatan).


Tempelkan bagian bawah kelopak bunga pada kain felt dengan lem tembak.

Susun kelopak yang polos di atasnya lalu lem, demikian juga dengan bulatannya. 

Tempelkan peniti bros seperti di atas dengan lem tembak.

Lalu kain felt bentuk love di lem di atas peniti. Selesai sudah bros bunganya.


Selamat bercrafting ria sahabat......

      Salam,

Sabtu, 07 April 2012

FABRIC YO-YO OVAL


Biasanya fabric yo-yo itu berbentuk bundar, tapi kali ini saya ingin berbagi mengenai fabric
yo-yo berbentuk oval seperti di atas.
Tapi sebelumnya saya mau flashback dulu ya....
http://www.emocutez.com
Yo-yo oval ini 'tercipta' (ehm....) 5 tahun yang lalu (kalau tidak salah sekitar tahun 2007),
 ketika saya sedang beberes bilik hobiku, menemukan karton berbentuk oval.
Karton oval ini (seperti karton manila tetapi lebih tebal), saya dapatkan dari dalam
kemasan plastik roti bagelen kering berbentuk lonjong (seperti roti untuk hotdog), yang disimpan di dasar plastik supaya selain kemasan roti ini bisa berdiri tegak, juga ngebentuk si plastiknya menjadi oval.
Ketika itu saya hampir saja  membuangnya, tapi kok sayang ya kalau dibuang (hmmm...dasar pemulung elite, demikian teman saya menjuluki saya...hehe), karena menurut saya bentuk ovalnya sempurna. Lalu saya simpan saja deh, siapa tau kelak akan bermanfaat. Yes,.....good Ati !...ternyata tidak sia-sia menyimpan karton oval ini (trima kasih suamiku, yang telah membawa oleh-oleh roti bagelen ini...)
Buktinya, setelah selesai beberes itulah kepikiran untuk membuat fabric
yo-yo oval dengan menggunakan pola/template ini. Tapi tentu saja waktu itu masih ragu....apakah nantinya bisa ngebentuk
jadi oval atau nggak ya ?....
http://www.emocutez.com


Dan, ternyata setelah dicoba.....bener-bener jadi fabric yo-yo oval !!
duuuuhh......senangnya..


Ya, itulah awal mula 'terciptanya' fabric yo-yo oval. Sekarang bagaimana
cara membuatnya ?..
Gampaaang.....segampang membuat yo-yo bundar. Lihat saja !

Taruh pola oval di atas kain perca. Dengan menggunakan pensil kain, gambar/jiplak bentuk oval ini.Gunting kain yang sudah digambar ini mengikuti garis,
 atau boleh dilebihkan 0,5-0,7 cm.

   Lipat kain ke dalam (ke bagian yang buruk) selebar 0,5-0,7cm, jelujur sekeliling lipatan ini dengan jarum jahit yang sudah diberi benang 2 helai. Lalu tarik benangnya, dan matikan jahitannya.

Seperti ini jadinya. Lihat pola oval ini, pinggirannya menguning karena
sudah 5 tahun usianya....ya ampuuun !!

Pola sebesar telapak tangan, jadi fabric yo-yo nya mungkin 1/5-nya.

Tutup toples kue pun bisa jadi pola.


Selain membuat yo-yo oval, saya juga membuat yo-yo square.


Ketika saya jalan-jalan ke crayon's craft & co (sekitar tahun 2009) di Jl.Aceh no.15 Bandung, saya melihat "Quick" YO-YO MAKER bentuk heart, yaitu alat untuk membuat yo-yo berbentuk hati. Saya tertarik dan membelinya, harganya
waktu itu Rp 95.000,-...Lumayan mahal !
Di toko ini banyak tersedia alat-alat penunjang untuk kerajinan tangan, salah satunya yo-yo maker tadi. Malahan tiga minggu yang lalu, ketika saya dan kakak saya berkunjung ke sana, yo-yo makernya ada yang berbentuk bunga dan kupu-kupu berbagai ukuran. Toko ini bisa dilihat di sini .

Yo-yo yo-yo ini hasil dari memperbesar dan memperkecil pola yang sudah ada.

Mudah-mudahan postingan ini bermanfaat ya....
http://www.emocutez.com

Selasa, 20 Maret 2012

Baby Faced Beauty Pincushion


Kenapa saya memberi nama pincushion ini Baby Faced Beauty ?.....Ya, karena saya langsung jatuh hati pada pandangan
 pertama (cieeeee.....!!), ketika melihat pincushion berbentuk seperti ini di film (seri) Korea di Indosiar yang berjudul  BABY FACED BEAUTY  !....
http://www.emocutez.com 
 Karena lagi mood, saya langsung mencari kain perca untuk membuatnya, padahal lagi jahit baju kakak saya. Saya singkirkan dulu baju yang belum selesai itu....ehhehehe !..demi si pincushion ini.
Nah, teman-teman, kalau ingin membuatnya gampang kok,... dan cepat lagi !

Ayo, kita mulai !!....
Siapkan kain perca 2 macam (yang polos dan bermotif), pita dengan lebar 2,5cm panjang 40cm, karet elastik panjang 14-16cm dan karton bekas dibentuk pola lingkaran dengan diameter 5,5cm.
Alat dan bahan lainnya : gunting, jarum, hot glue gun, benang dan lem putih.
Eeeeehhh, hampir lupa.....dacronnya ketinggalan, secukupnya ya !
http://www.emocutez.com


 1. Dengan menggunakan pola lingkaran karton, gunting kain polos ini, jangan lupa dilebihkan sekitar 1cm.
2. Gunting kain motif dengan bentuk lingkaran berdiameter kurang lebih 13cm (saya menggunakan pola tutup toples plastik).
3. Beri lem putih di atas pola karton. Lalu tempelkan di kain polos yang sudah digunting tadi.
4. Gunting-gunting kelebihan kainnya sampai batas karton, lalu beri lem sekeliling pinggirnya, lipat  dan tempelkan pada karton.
      
 5 & 6. Beri lem tembak di kedua ujung karet elastik, dan tempelkan pada karton seperti gambar no.6.
Waktu menempelkan karet ini, kartonnya sambil dipasang di pergelangan tangan, agar pas, 
tidak ketat dan tidak longgar.
7. Jelujur sepanjang sisi pita. Oh ya, kedua ujungnya disambung dulu ya !
8. Lalu tarik benangnya (dikerut). Atur supaya diameter lingkaran pita ini lebih besar dari diameter pola karton. Matikan jahitannya.

9. Sekarang jelujur sepanjang sisi kain motif (seperti membuat yo-yo), lalu tarik benang secukupnya.
10. Isi dengan dacron.
11. Tarik lagi benangnya sampai poool....matikan jahitannya, dan jadilah bentuk bantalan seperti ini.
12. Beri lem tembak di sekeliling sisi karton.
13. Tempelkan pita di atasnya.
14. Lalu beri lem di atas pita tadi (di sekeliling sisi dalam), dan di tengah karton.
15. Tempelkan bantalan kain motif, tekan-tekan hingga menempel sempurna.
16. Jadi deh pincushionnya, pasang di pergelangan tangan (wadduuuhh.....tanganku gendut amat ya !!..hehe).
Setelah jarum-jarum pentul ditancepin, seperti putik bunga ya !?....
Nah, beda 'kan kalau di pakai di tangan yang langsing....mmm lebih cantik gitu !

Dan ternyata, bisa juga dipakai untuk ikat rambut !

" Ingin mejeng ah di blognya bunda !! "....kata anak gadisku.
mmmhh....tetep, narsiiis !!...

Oke, selamat berkreasi ya !!


http://www.emocutez.com

Minggu, 11 Maret 2012

Mesin Jahit Ibuku



Ini adalah mesin jahit kesayangan ibu saya.
Kata beliau, mesin jahit ini sudah ada sebelum saya lahir, berarti sudah lebih dari setengah abad mesin jahit ini setia menemani ibu dalam suka dan duka....ooooh so sweet !!
Dulu, ibu membelinya dari tetangga jauh yang pada waktu itu akan pindah ke luar negeri, jadi Singer ini dalam keadaan bukan baru lagi, alias bekas.
Dengan mesin ini pula saya  belajar menjahit (kelas 4 SD)........Waktu itu belum dipasang dinamo, jadi  kaki kecil saya dengan susah payah 'mengayuh' mesin ini, maju mundur....maju mundur, dan.... lagi, hihi.
Setelah beberapa kali latihan dan penuh perjuangan (dan tentunya dengan bimbingan ibu), akhirnya saya bisa menaklukkannya...hooorrey !!..
aku bisa...aku bisa !

http://www.emocutez.com
 Menjelang saya masuk SMP, barulah ibu memasang dinamo pada si Singer ini. Tapi saya ragu untuk mencobanya, takut nggak bisa 'ngerem'...hehe.
Baru setelah kelas 2 SMP saya berani menginjak dinamo ini, itupun karena ada tugas prakarya di sekolah. Dan benar saja, ketika pertama kali mencobanya, kaki dan otak nggak 'singkron'......Otak memerintahkan kaki untuk berhenti, tapi eeh... si kaki bandel, nggak mau berhenti. Pada akhirnya sih, mau juga tuh si kaki bekerja sama.

Kembali lagi ke ibu saya, beliau belajar menjahit secara otodidak, sama seperti saya (haallaah....).
Ibu menjahit untuk dipakai sendiri (kadang ada tetangga yang memesan kebaya) dan untuk kami anak-anaknya. Biasanya ibu menjahit kebaya dan pakaian untuk kami, seperti  foto di bawah ini, baju untuk anak laki-laki seragam alias bahan, warna sampai model sama. Untuk kedua kakak perempuan, hanya warnanya yang sama. Dan yang paling saya suka  adalah model baju kakak perempuan saya (no.2 dari kanan). Ibu  memang hebat !
Sedangkan untuk baju saya beda sendiri (yang kepalanya gundul), barangkali karena saya anak bungsu... Eit, nggak jadi deng....karena di foto ini ibu sedang mengandung adik saya...hehe
Walaupun ibu sedang mengandung,  tapi masih bisa berkebaya, ck ck ck !...
 Kesehariannya, ibu memang berpakaian baik di rumah maupun sedang bepergian, selalu berkebaya. Tapi semenjak akhir tahun 80-an sudah tidak memakai kebaya lagi, tapi gaun panjang atau semacam baju kurung, hanya sekali-sekali saja berkebaya bila ada perhelatan.

Oh ya, kenapa tadi saya katakan ibu hebat ?.....Karena ibu memang hebat ! Coba bayangkan, ibu yang hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 3 SD (kalau dulu Sekolah Rakyat), tapi kalau soal menghitung ibu jagonya. Belajar sendiri menjahit tanpa ada yang membimbing, tapi ibu bisa menjahit kebaya dan baju-baju kami.
Dan ibu adalah sosok ibu yang berpikiran maju, karena beliau men-support  kami untuk belajar/sekolah yang setinggi-tingginya. Beliau rela keluar-masuk dari toko emas ke toko emas yang lain sendirian hingga keluar kota, naik turun bus hingga sampai di rumah larut malam, untuk berdagang demi pendidikan anak-anaknya (ibu adalah seorang pengepul perhiasan-perhiasan emas kendarian), dan berani menghadapi orang yang berniat jahat dalam perjalanan pergi ataupun pulang. Dan  berkebaya lagi !!...
Love you mom !
http://www.emocutez.com      
 




Rabu, 12 Oktober 2011

Recycle Scarf

Sebulan yang lalu, waktu jalan-jalan ke toko buku Gramedia, saya melihat buku impor dari Jepang yang isinya tentang cara membuat berbagai macam tas. Saya tertarik dengan salah satu tas yang terbuat dari sehelai scarf/syal. Lalu saya pelajari cara membuatnya (mumpung gratis...hehe!!), kayaknya sih gampang banget !....
Kebetulan saya mempunyai beberapa helai scarf, tapi berhubung sekarang ini saya berjilbab (sedang belajar berjilbab !) jadi sayang untuk dibikin tas. Tapi ada satu, yang kalau dipakai untuk kerudung, jadinya ngatung alias tidak enak dipandang.
Sebetulnya.......apa ya namanya ? Mungkin semacam tas, kalau boleh dibilang begitu, atau.......kalau 'ga salah englisnyaaa....ah, lupa namanya !
Dari pada mikirin apa namanya, mending saya share aja cara membuatnya.
Are you ready ?.....Let's go to try !!

Bahan yang diperlukan, tentu saja sehelai scarf dan benang yang sewarna dengan scarf dan gunting, dan penggaris n (biar tidak banyak dan nya....hehe !) pensil kain.

Potong kain secara diagonal.

Lalu atur potongan scarf seperti image di atas, salah satu ujung bawah potongan scarf berada di tengah potongan yang lain, demikian pula sebaliknya untuk potongan yang lainnya (sisi bagian buruk kain masing-masing menghadap ke bawah).

Tahan dengan jarum pentul.

Kemudian dijahit.

Lakukan hal yang sama untuk ujung kain yang lainnya, sehingga membentuk seperti image di atas.
Setelah dijahit, maka ada 4 helai di bagian bawahnya.

Lalu balik kain yang telah dijahit tadi ( bagian luar kain berhadapan), beri jarum pentul dengan jarak sekitar 1 cm dari sisi-sisi bagian bawah tas.

Jahit !.....

Nah, setelah dijahit akan seperti ini.

Lipat bagian samping tas, sehingga membentuk siku-siku dan sambungan bagian bawahnya berada ditengah-tengah.
Tandai dengan pensil kain masing-masing 4 cm (tergantung selera) dari sudut samping tas.

Lalu beri garis yang sudah ditandai tadi.

Jahit yang diberi garis tadi !....dan lakukan hal yang sama untuk sudut yang lainnya.

Setelah dijahit dan dibalik akan membentuk kotak sudut.

Dan seperti ini jadinya.

Untuk penyelesainnya, simpul kedua ujung tas.

Selesai sudah !!......simpel 'kan ?!