Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 November 2014

Hanya orang Sunda yang mempunyai nama waktu tiap jamnya

Apakah diantara sahabat ada yang ingat Ceu Popong ?.....Itu lho, yang memimpin sementara sidang DPR !!
Mungkin diantara sahabat ada yang melihat tayangan di televisi waktu perebutan untuk jadi ketua DPR periode 2014-2019 yang lalu. Nah, sidang DPR ini dipimpin/diketuai sementara oleh anggota DPR yang tertua dan wakilnya yang termuda, yaitu dipimpin oleh Ceu Popong dan wakilnyaaaa.....saya lupa namanya siapa ya ?...heheh.
Eit, di sini saya tidak akan membicarakan politik lho !!.....Tapi tentang orang Sunda yang mempunyai nama-nama waktu tiap jamnya.
Lho, apa hubungannya dengan Ceu Popong ?.....Ada, karena apa yang akan saya uraikan mengenai judul di atas ini saya dapatkan dari Ceu Popong. 
 Jadi begini sahabat, waktu lihat Ceu Popong di sidang DPR itu, saya jadi ingat beberapa bulan lalu beliau pernah menguraikan tentang nama-nama waktu orang Sunda di televisi lokal IMTV Bandung (beliau memang jadi host televisi lokal tersebut bertajuk "Ngawangkong Sareng Ceu Popong").
Menurut beliau, hanya satu-satunya di dunia yang mempunyai nama waktu dari jam 01-24, yaitu di tanah Sunda. Di Indonesia sendiri kita hanya mengenal nama waktu seperti subuh, fajar, pagi, siang, tengah hari, sore, petang, magrib dan lain-lain (sekitar 9 nama, yang saya ketahui). Sedangkan di Sunda ada 24 nama waktu (tiap jam ada namanya). Tapi banyak orang Sunda yang tidak mengetahuinya.


Dulu orang Sunda menyebut waktu tidak dengan angka, melainkan dengan suatu nama. Nama tersebut menandakan waktu sesuai dengan angka jam. Nah, nama-nama waktu tiap jamnya ini, berhubungan dengan suasana dan kegiatan sehari-hari saat itu (dahulu). 
Untuk lebih jelasnya, inilah uraian yang dikemukakan Ceu Popong :
1. Jam 01 namanya Tumorek, mungkin asal kata dari torek yang artinya tuli. Jadi maksudnya sekitar jam 01-an orang tidur pulas sampai-sampai tidak mendengar apa-apa.
2. Jam 02 dinamai Janari Leutik. Janari artinya dini hari atau sama dengan sahur, leutik artinya kecil, jadi mungkin bisa diartikan dini hari awal atau waktu sahur lebih awal.
3. Jam 03 namanya Janari Gede. Bisa diartikan waktu yang pas untuk sahur.
4. Jam 04, Kongkorongok Hayam. Kongkorongok artinya berkokok, hayam artinya ayam. Biasanya jam begini waktunya ayam berkokok.
5. Jam 05 namanya Balebat artinya fajar.
6. Jam 06, Carangcang Tihang. Tihang artinya tiang, sedangkan carangcang......saya tidak menemukan kata carangcang di kamus praktis bahasa Sunda (mungkin kurang lengkap ?). Nama ini bisa diartikan waktu setelah fajar. Menurut Ceu Popong, sekitar jam 06 ini mulai terlihat jelas pohon-pohon dari jauh atau tiang-tiang rumah.
7. Jam 07 namanya Meletek Panonpoe. Meletek artinya terbit, dan Panonpoe artinya matahari.
8. Jam 08 namanya Ngaluluh Taneuh. Ngaluluh.....lagi-lagi saya tidak menemukan di kamus. Sedangkan Taneuh artinya tanah. Jadi sekitar jam 08 ini orang mulai bekerja di sawah ataupun berkebun.
9. Jam 09 diberi nama Haneut Moyan, Artinya Haneut adalah hangat, sedangkan Moyan artinya berjemur. Sekitar jam 09 itu sedang hangat-hangatnya untuk berjemur, karena matahari tengah naik.
10. Jam 10 dinamai Rumangsang, mungkin maksudnya udara sudah mulai terasa panas.   
11. Jam 11 namanya Pecat Sawed. Arti dari pecat yaitu lepas, sawed adalah tali dari kulit untuk mengikat leher kerbau pada pasangan bajak. Jadi biasanya sekitar jam 11 ini waktunya melepas tali dari leher kerbau.
12. Jam 12 namanya Tangange atau disebut juga Manceran, yaitu tengah hari.
13. Jam 13 disebut Lingsir, yang artinya bergeser. Atau biasa disebut juga Lingsir Ngulon yang artinya bergeser ke barat, maksudnya matahari bergeser ke barat.
14. Jam 14 namanya Kalangkang Satangtung. Kalangkang artinya bayangan, dan satangtung asal kata dari nangtung yang artinya berdiri. Jadi sekitar jam 14 ini panjang bayangan orang berdiri akan sama dengan tinggi orang itu.
15. Jam 15 dinamai Mengok. Artinya matahari sudah ada di barat.
16. Jam 16 Tunggang Gunung, artinya petang hari pada ketika matahari di atas punggung gunung (mulai akan masuk).  
17. Jam 17 namanya Sariak Layung. Layung berarti lembayung senja, saat bianglala merah merona di ufuk barat.
18. Jam 18 dinamai Sareupna, artinya hari mulai gelap, biasa disebut juga Sande kala, yaitu senja menjelang magrib. Disebut sande kala, konon katanya hantu suka berkeliaran ketika matahari mulai tenggelam. Dahulu, orangtua suka melarang (menakut-nakuti) anak-anak berada di luar rumah atau melarang kita tidur ketika menjelang magrib karena sande kala. Padahal mungkin bukan karena itu ya !?... Menurut sepengetahuan Ceu Popong (kata para ahli), kalau tidur menjelang magrib akan cepat pikun.
19. Jam 19, namanya Harieum Beungeut. Artinya harieum adalah warna merah tua yang hampir hitam. Sedangkan beungeut artinya muka/wajah. Ya, sekitar jam 19 hari memang sudah gelap.
20. Jam 20, disebut Sareureuh Budak. Sareureuh dari kata reureuh yang artinya istirahat, dan budak artinya anak kecil. Waktunya bagi anak untuk istirahat (tidur).
21. Jam 21 dinamai Tumoke, karena tokek (cecak besar) biasanya mulai suka berbunyi (tekkeeee....tekkeeee.....!!!!) sekitar jam 21 (di pedesaan suka banyak tokek, tidak seperti di kota, hampir tidak ada).
22. Jam 22 Sareureuh Kolot. Kolot artinya tua (dewasa). Waktunya orang dewasa istirahat/tidur.
23. Jam 23 namanya Indung Peuting. Indung artinya ibu, peuting artinya malam hari. Saya lupa apa yang diuraikan Ceu Popong (tidak keburu mencatat...heheh). Mungkin (???).....bisa diterjemahkan sebagai malam utama (?)...
24. Jam 24, dinamai Tengah Peuting Ngaweng-ngaweng. Ya, mungkin ini bisa diterjemahkan seperti tengah malam yang gelap gulita.

Nah sahabat, demikian uraian saya mengenai nama-nama waktu. Mudah-mudahan bermanfat dan menambah hasanah budaya dan bahasa di tanah Sunda khususnya. Indonesia memang sangat kaya akan budaya dan bahasa daerahnya. Saya makin cinta Indonesia !!....

  Dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam menerjemahkan uraian yang disampaikan Ceu Popong.
Terima kasih Ceu Popong, karenamu saya jadi tahu bahwa "Sunda teh Adiluhung"....


Note : e ------> dibaca seperti mengucapkan huruf e pada kata enak.
        eu------> dibaca seperti mengucapkan salah satu kota di Aceh yaitu Meulaboh.



       salam,

Rabu, 19 September 2012

Charger Holder dari Tetrapak


Sebetulnya saya membuat charger holder ini terinspirasi dari blognya mbak Regina yaitu: toscaberries....di situ charger holdernya terbuat dari botol bekas sabun cair. Berhubung botolnya masih dipake, maka dibuatlah dari tetrapak....kalau kata peribahasa Indonesia sih, tak ada rotan akar pun jadi.
Cara membuatnya juga tidak jauh berbeda dengan yang di toscaberries.... 


Happy crafting !!....
@_@
      salam,

Senin, 09 Juli 2012

Printable Bias Tape Maker !.....wah, ini dia !!

Kenapa saya bilang begitu ?....Karena waktu kali pertama saya membaca judul ini dan melihat alat untuk membuat bias tape atau bias binding buatan Carla ini, saya kagum sekali dan senang tentunya, kenapa (lagi) ? Ya, dengan 'bantuan' Carla saya pikir pasti bisa membuat sendiri alat ini, hanya dengan karton manila atau kertas jilid ukuran A4 dua lembar.
Dan, ternyata saya bisa membuatnya.....gampang lagi !
Penasaran ?!.....Oke, saya kasih tahu ya ! Kunjungi saja blognya Carla, The Scientific Seamstress... di sini kita akan mendapatkan printable bias tape maker secara gratis.

Setelah dicetak, kita akan mendapatkan intruksi cara membuatnya dan 2 ukuran bias tape maker, yaitu ukuran 1/2 " dan 1".
gambar di bawah adalah printable bias tape maker ukuran 1/2 "

Di sini saya menggunakan kertas jilid ukuran A4 (saya beli di toko buku yang sudah dipotong ukuran tersebut) untuk printable-nya, sebanyak 4 lembar (2 lembar untuk satu bias tape maker). Dan setelah saya potong sana...potong sini, lalu dilem, jadilah 2 buah bias tape maker ini, yaitu ukuran 1/2" dan 1".
Dan...saya mencobanya dengan sisa kain katun polos yang terlebih dahulu saya potong dengan lebar yang telah ditentukan....ini dia,

Dari lembar-lembar bias tape yang sudah jadi tadi (ukuran 1/2"), saya manfaatkan untuk membuat 'cepuk beranyam' seperti ini,
 bagaimana ?.....lumayan kan.....
Ayo mampir saja ke The Scientific Seamstress.






      salam,

Rabu, 06 Juni 2012

Origami @ Beautiful Bow



Apa kabar semuanya ?!......pastinya baik kan !
Oya, kali ini saya ingin berbagi mengenai origami bow. Seperti pada postingan bulan Mei lalu, saya menyinggung sedikiiit tentang ini.

Pada 5 Juni kemaren, saya dan konco-konco PKK di lingkungan RT kami kebagian tugas menjadi panitia penyelenggara pertemuan rutin kegiatan PKK RW-08.
Jadi kami mempersiapkannya sejak pertengahan bulan Mei lalu. Dan saya berinisiatif membuat origami bow ini untuk hiasan pada hadiah doorprize, agar selain penampilannya lebih cantik juga tidak perlu mengeluarkan biaya lagi, karena saya buat dari bahan bekas, yaitu kertas majalah lama. Doorprize-doorprize selalu disediakan tiap bulannya, dan jumlahnya tergantung si panitia penyelenggara. Nah kali ini, panitia menyediakan doorprize-nya sebanyak 30 buah, tapi ternyata banyak juga warga RT kami yang ingin berpartisisapi, eh salah....berpar-ti-si-pa-si...aduh, kok jadi ribet amat ngejanya ya....

Saya membuat pita-pita ini sambil nonton teve, ya sambil menyelam minum air....Tadinya mau membuat hanya 30 buah, tapi karena keasyikan membuatnya, akhirnya jadi 42 buah. Ternyata itu pun masih kurang, tapi tak mengapa,...doorprize yang tidak dihias pita, disisihkan untuk panitia ...heheh. Karena komitmennya, kalau yang dikocok keluar nama panitia, teu kaci (tidak boleh) kata orang Sunda mah.
      Setelah selesai membuat pita-pita ini, saya jadi ingat janji saya untuk membuat tutorial origami bow ini pada sahabat bilik hobiku.
Dan ini dia cara membuat origami bow-nya, mudah-mudahan gambar-gambar di bawah ini bisa menjelaskannya ya....
Nah ini dia beautiful bow....memang cantik kan !
Finishing pita bisa digunting di kedua ujung pita seperti gambar paling bawah, dan bisa juga ditambah/ditempel dengan semacam bunga ulir di tengahnya, seperti gambar di bawah ini,
 

Oya, pita-pita ini lalu saya aplikasikan ke doorprize yang saya ceritakan tadi,
saya sengaja membuat 3 buah doorprize ini untuk disumbangkan pada acara kegiatan tersebut. Eh, panitia setelah melihat ini ternyata menginginkannya juga....ya, akhirnya saya membuat lagi 2 buah doorprize khusus untuk diperebutkan panitia,

Dan ini dia banyaknya doorprize yang disediakan panitia yang nantinya akan dikocok buat ibu-ibu PKK, nilai harganya masing-masing sih tidak seberapa, tapi tetap sangat menyenangkan lho bagi kami.....seru n fun !!

Oke, selamat berorigami ya....happy crafting !.... 
  

      salam,

Sabtu, 12 Mei 2012

'Hatam' Iqro

Seminggu yang lalu murid-murid saya ceritanya 'hatam' Iqro.....ya, biasanya 'kan hatam Quran, tapi ini berhubung  ibu-ibu yang belajar Iqro - jadi begitu gembiranya, setelah mereka selama setahun menyelesaikan Iqro 1-6, mereka menyebutnya 'hatam' Iqro, biar lebih keren katanya....hihi !
Saya mengajar Iqro ini, seminggu sekali, tiap hari Jumat jam 4 sore. Persis satu tahun. Alon-alon asal kelakon, begitu prinsip saya dalam mengajar iqro ini pada ibu-ibu, halah...gayanya, hehe. Tapi semua murid saya ini no problem kok, mereka menyetujui hal ini, yang penting mereka mengerti dan bisa apa yang saya ajarkan.
Diantara murid-murid ini, salah satunya adalah kakak ipar saya (kakak suami saya) - dan yang paling kritis diantara semua murid. Kenapa ?....Ya, karena sering membuat saya kelabakan untuk menjawab pertanyaannya. Pertanyaannya sering diluar dugaan, misalnya,  " kenapa ini nulisnya renggang, sedangkan yang itu berdempetan ?", atau, "kenapa ada huruf  lam-alif di atas tanda waqof ?"....wadduuuuhh
Dan saya menjawabnya semampunya.Tapi saya senang. Saya jadi sama-sama belajar juga. 
Oya, untuk merayakan 'hataman' ini, ibu-ibu memberi kejutan pada saya. Selain membuat nasi kuning untuk disantap bersama-sama, mereka juga memberi saya bingkisan....ini dia bingkisannya :
bingkisan ini disertai sebuah surat dalam bahasa Sunda. Isi suratnya, atau lebih tepat disebut apa ya ? sajak mungkin ya ?..... dan langsung dibacakan oleh kakak ipar saya - dan tentunya beliaulah yang membuat surat bersajak ini. Begini isi suratnya :

Ass.wbr....
Bunda,
ti abdi sadaya 'Iqro'cs
* Aya kahayang sapanjang jalan
Aya kaemut saikeut rambut
Hayang mere saengang hate
Tapi hanjakal kawengku kamampu ngan sajengkal
* Sanes diri "calon qori" teu ngarti
Sanes murid atik lali ka jasa  pangatik
Sanes teu isin mere maweh ngan sapisin
Mung "IEU" nu tiasa kahatur ka pangersa Bunda
* Harga mahal.........moal bakal
Nilai kwalitas.........lepas
Tampilanana....... saayana
Tapi mugia guna manfaat Insya Allah aya.....
Nu pasti Allah SWT bakal ngabales 
Kasaean oge pangabdian salira
dina ngatik ngaji Al Qur'an abdi sadaya. Amien
* Oge hapunten samudaya kalepatan,
kakirangan sareng kaalpaan.
* Hatur sewu nuhun

Wassalam
IQRO cs

aahh jadi terharu........http://www.emocutez.com


Saya mengajar iqro di gedung serba guna (yang sangat sederhana) di lingkungan RT kami, lebih tepatnya kami sebut ruang itu BALE FLAMBOYAN - nama flamboyan diambil dari nama Dasa Wisma RT kami.
Mau tahu suasana belajar iqro di bale ini ?.....waah, seruuu !!!...Serunya ? Ya, diantaranya ada murid saya  yang punya anak balita, Aidil namanya (1,5 tahun). Jadi, ibunya mengaji sambil menyusui si Aidil. Kalau sudah selesai minum susunya, dia akan berlari-lari mengitari ibu-ibu yang sedang belajar. Atau kejar-kejaran dengan anak yang lain sambil teriak dan ketawa-tawa. Dan saya harus fokus mendengarkan ibu-ibu yang mendapat giliran baca iqro,... wah, apalagi kalau ibu-ibu suaranya kecil, kuping saya harus ekstra 'fokus', soalnya kuping saya ini rada-rada gimanaa gitu, hehe.
Nah, biasanya anak-anak yang lebih besar dari Aidil (dari TK-SD), diantaranya anak dari ibu-ibu yang mengaji ini, bermain di luar bale. Tapi bila hujan datang, terpaksa anak-anak masuk ke  bale. Bisa dibayangkan dong, bagaimana riuhnya ruangan ini....kata orang Sunda mah 'recet' euy !
   http://www.emocutez.com 
dan....saya harus lebih dan lebih fokus lagi, heuheuheuheu ! Namanya juga anak-anak, inginnya selalu dekat dengan ibunya....
Eh, tapi kalau anak-anak lagi 'sholeh', mereka akan duduk manis di sebelah ibunya masing-masing yang sedang belajar iqro. Dan mereka akan memperhatikan ibunya yang mendapat giliran membaca. Bila si ibu salah membaca, mereka akan menegur, "ibu, salaaah...!!", hihihi....saya jadi punya asisten deh.
Yaa...., begitulah suka dukanya mengajar ibu-ibu ngaji. Seru dan happy !!!!....



   

       salam,

     

Rabu, 02 Mei 2012

Newspaper Mini Dress

Haaiiii.....apa khabar semuanya ?!
http://www.emocutez.com 
Hari Jumat kemaren saya kedatangan seorang tetangga (ibu Usman namanya) sekitar komplek yang tumben-tumbenan datang ke rumah. Dia meminta tolong dibuatkan 'dress' dari bahan koran bekas untuk keponakannya. Karena keponakannya jauh, jadi 'dress'nya minta dibuatkan ukuran mini saja, untuk contoh. Katanya kalau dibuat ukuran yang sesungguhnya, takut rusak di perjalanan menuju rumah keponakannya ...heuheu. Keponakannya ini mau lomba peragaan busana dari bahan bekas yang diadakan di sekolah PAUD-nya (kalau tidak salah PAUD singkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini). Ow..ow.....ternyata masih balita  toh, hihi !
Katanya lagi, ibu Usman ini datang ke saya karena tahu beberapa tahun yang lalu saya pernah menjuarai lomba membuat busana dari koran bekas (padahal hanya tingkat RW saja lho...hehe !).
Setelah nyari-nyari (pusing juga ya, yang ini atau yang itu, yang ini atau yang itu.....aarrrgghh !!!)
http://www.emocutez.com

model apa yang cocok untuk balita, dan terutama cara membuatnya mudah, itu yang terpenting - dan lagi ...buat si ibu balita ini bisa mengerjakannya sendiri. Oke...oke....
  Setelah mengambil beberapa lembar koran, lalu krek sana..krek sini, lipat sana..lipat sini, lem sana.. lem sini, beuuuuhh......sobekk !!!!! - sabaaaarr.....
Krek lagiii... lipat lagiii...lem lagiii....dan ditambah ada ngulir-ngulirnya juga.

Jadi deh newspaper mini dressnya.....gimana, lucu 'kan ?  hmmmm....narsis, hehe.
 saya tambahkan bunga ulir di bagian ban pinggang dan bahu

Selain membuat mini dress, saya juga membuatkan tas/keranjang (origami bag) untuk ditenteng si balita, ini dia hasilnya...
saya berhenti dulu mengisi TTS Kompas (Kompas Minggu, 29 April) hanya untuk membuat tas ini...lagi menggebu-gebu, hahaha ! Setelah jadi saya berikan ke ibu Usman pada hari itu juga (Minggu, 29 April) di rumahnya, karena lombanya diselenggarakan pada hari Selasa. Waah, baik hati sekali ya saya ini....eehm. Tapi ternyata si empunya rumah tidak ada di tempat, yaaaa....
 
saya sangat menyukai bentuk pita ini - origami bow, secara tidak sengaja saya menemukan origami bow ini ketika jalan-jalan di dunia maya, tapi lupa alamat blognya, soalnya sudah lama sekali.

Oke... mudah-mudahan ini menjadi inspirasi kalian, semoga...
Happy crafting  !!
          


       salam,   

Rabu, 11 April 2012

Laci-Laci Mungil dari Kotak+Kaleng Susu

Karena suka membuat puding leci (favorit anak-anak) dengan menggunakan susu kental manis, bekas kalengnya tentu saja banyak....sayang kalau dibuang ya, hehe...
Jadi untuk mengurangi penumpukkan kaleng di lemari bilik hobiku,
saya gunakan kaleng-kaleng ini sebagai 'rumah' laci-laci mungil,
kebetulan anak gadisku membutuhkannya.
Nah kali ini, saya ingin berbagi bagaimana cara membuatnya....ayo kita lihat !
Bahan utama yang diperlukan adalah :
Kotak susu bubuk 2-3 buah dan kaleng susu kental manis 3 buah atau tergantung kebutuhan.
Sedangkan bahan yang lainnya adalah kertas kado (2 macam motif), lem dan doubletape.
Alat-alat yang digunakan : mistar, gunting, cutter, bolpoin dan bolpoin kosong (untuk menggarisi karton agar mudah dilipat).

1. Buka sambungan dari kotak susu, lalu buat kotak dengan ukuran 5x5x7,5 cm :
2. Potong karton menurut ukuran di bawah ini. Agar rapi dan mudah dilipat, tekan karton dengan bolpoin kosong mengikuti garis-garis yang
  telah diukur tadi (kurang lebih 3x). Lalu gunting pada bagian-bagian yang diperlukan.
3. Beri doubletape/lem pada bagian tertentu pada karton, lalu rekatkan ke sebelahnya sehingga membentuk kotak/laci seperti no 4. Buat laci 2 buah lagi.
 
5. Buat karton bundar (3 buah) dengan ukuran lingkaran kaleng, lalu gunting.
6. Beri lem pada salah satu permukaan karton.
7. Tempelkan pada kertas kado.
8. Setelah kering lemnya, rapikan dengan gunting sisa kertas kadonya. Lakukan hal yang sama pada 
karton bundar yang lainnya.
      Sementara itu gunting kertas kado dengan ukuran 7,5x18 cm 3 buah (untuk bagian luar laci), sedangkan untuk bagian dalam laci (motif berbeda) ukurannya 14x16,5 cm yang digunting seperti gambar di atas sebelah kanan.

 9. Beri lem di seluruh permukaan bagian luar laci. Eit.... tunggu dulu, hanya bagian dasar
dan kedua sisi panjangnya saja ya.
 10. Tempelkan kertas kadonya (ukuran 7,5x18 cm).
Lipat-lipat kertas kado untuk bagian dalam laci seperti gambar di bawah.
11. Tempelkan ke dalam lacinya.
12. Permukaan bagian depan laci diberi lem.
13 & 14. Tempelkan pada bagian belakang karton bundar (no.8) tepat di tengah-tengah.
a. Siapkan potongan karton ukuran 1x6cm 3 buah (untuk handle laci) dan kertas kado dengan ukuran 2,5x7,5cm 3 buah.
Lipat kedua ujung karton masing-masing selebar 1cm.
 b. Tempelkan kertas kadonya (jangan lupa gunting ke-4 sudut kertas ini) pada handle seperti gambar dengan lem.
c. Setelah kering, lekukkan handle dengan bantuan bolpoin.Diamkan sebentar sambil dipegang agar stabil.
d. Lipat lagi kedua ujung handle ini (lihat gambar !).
15. Tempelkan handle dengan lem.
16. Bungkus dinding kaleng dengan kertas kado ukuran 7,5x24cm dengan menggunakan doubletape
(cukup di ke-2 bagian lebar/tinggi kertas kadonya saja yang diberi doubletape).
17&18. Karena waktu kaleng ditempelkan dengan kaleng yang lain terdapat celah, sehingga tidak akan menempel satu sama lain, maka saya tambahkan ganjelan karton yang dibungkus kertas kado sepanjang tinggi kaleng (lihat no.18).
19&20. Nah, setelah diberi ganjelan maka 'mereka' saling menempel deh...tidak mau dipisahkan lagi, hihi !!
Sekarang masukkan laci-laci yang sudah jadi tadi ke 'rumah' masing-masing .....
ayoo, silahkan masuuk !!......
taraaa.....this is it, mini draws from......aah, kepanjangan hehe...
 


'Rumah-rumah' laci ini dari kaleng bekas corned..

Dan ini 'rumah' dari sisa potongan bagian tengah botol maizone pada pembuatan Recycle Maizone Bottle 1
sedangkan laci-lacinya dari kotak pasta gigi.