Rabu, 06 Juni 2012

Origami @ Beautiful Bow



Apa kabar semuanya ?!......pastinya baik kan !
Oya, kali ini saya ingin berbagi mengenai origami bow. Seperti pada postingan bulan Mei lalu, saya menyinggung sedikiiit tentang ini.

Pada 5 Juni kemaren, saya dan konco-konco PKK di lingkungan RT kami kebagian tugas menjadi panitia penyelenggara pertemuan rutin kegiatan PKK RW-08.
Jadi kami mempersiapkannya sejak pertengahan bulan Mei lalu. Dan saya berinisiatif membuat origami bow ini untuk hiasan pada hadiah doorprize, agar selain penampilannya lebih cantik juga tidak perlu mengeluarkan biaya lagi, karena saya buat dari bahan bekas, yaitu kertas majalah lama. Doorprize-doorprize selalu disediakan tiap bulannya, dan jumlahnya tergantung si panitia penyelenggara. Nah kali ini, panitia menyediakan doorprize-nya sebanyak 30 buah, tapi ternyata banyak juga warga RT kami yang ingin berpartisisapi, eh salah....berpar-ti-si-pa-si...aduh, kok jadi ribet amat ngejanya ya....

Saya membuat pita-pita ini sambil nonton teve, ya sambil menyelam minum air....Tadinya mau membuat hanya 30 buah, tapi karena keasyikan membuatnya, akhirnya jadi 42 buah. Ternyata itu pun masih kurang, tapi tak mengapa,...doorprize yang tidak dihias pita, disisihkan untuk panitia ...heheh. Karena komitmennya, kalau yang dikocok keluar nama panitia, teu kaci (tidak boleh) kata orang Sunda mah.
      Setelah selesai membuat pita-pita ini, saya jadi ingat janji saya untuk membuat tutorial origami bow ini pada sahabat bilik hobiku.
Dan ini dia cara membuat origami bow-nya, mudah-mudahan gambar-gambar di bawah ini bisa menjelaskannya ya....
Nah ini dia beautiful bow....memang cantik kan !
Finishing pita bisa digunting di kedua ujung pita seperti gambar paling bawah, dan bisa juga ditambah/ditempel dengan semacam bunga ulir di tengahnya, seperti gambar di bawah ini,
 

Oya, pita-pita ini lalu saya aplikasikan ke doorprize yang saya ceritakan tadi,
saya sengaja membuat 3 buah doorprize ini untuk disumbangkan pada acara kegiatan tersebut. Eh, panitia setelah melihat ini ternyata menginginkannya juga....ya, akhirnya saya membuat lagi 2 buah doorprize khusus untuk diperebutkan panitia,

Dan ini dia banyaknya doorprize yang disediakan panitia yang nantinya akan dikocok buat ibu-ibu PKK, nilai harganya masing-masing sih tidak seberapa, tapi tetap sangat menyenangkan lho bagi kami.....seru n fun !!

Oke, selamat berorigami ya....happy crafting !.... 
  

      salam,

Sabtu, 12 Mei 2012

'Hatam' Iqro

Seminggu yang lalu murid-murid saya ceritanya 'hatam' Iqro.....ya, biasanya 'kan hatam Quran, tapi ini berhubung  ibu-ibu yang belajar Iqro - jadi begitu gembiranya, setelah mereka selama setahun menyelesaikan Iqro 1-6, mereka menyebutnya 'hatam' Iqro, biar lebih keren katanya....hihi !
Saya mengajar Iqro ini, seminggu sekali, tiap hari Jumat jam 4 sore. Persis satu tahun. Alon-alon asal kelakon, begitu prinsip saya dalam mengajar iqro ini pada ibu-ibu, halah...gayanya, hehe. Tapi semua murid saya ini no problem kok, mereka menyetujui hal ini, yang penting mereka mengerti dan bisa apa yang saya ajarkan.
Diantara murid-murid ini, salah satunya adalah kakak ipar saya (kakak suami saya) - dan yang paling kritis diantara semua murid. Kenapa ?....Ya, karena sering membuat saya kelabakan untuk menjawab pertanyaannya. Pertanyaannya sering diluar dugaan, misalnya,  " kenapa ini nulisnya renggang, sedangkan yang itu berdempetan ?", atau, "kenapa ada huruf  lam-alif di atas tanda waqof ?"....wadduuuuhh
Dan saya menjawabnya semampunya.Tapi saya senang. Saya jadi sama-sama belajar juga. 
Oya, untuk merayakan 'hataman' ini, ibu-ibu memberi kejutan pada saya. Selain membuat nasi kuning untuk disantap bersama-sama, mereka juga memberi saya bingkisan....ini dia bingkisannya :
bingkisan ini disertai sebuah surat dalam bahasa Sunda. Isi suratnya, atau lebih tepat disebut apa ya ? sajak mungkin ya ?..... dan langsung dibacakan oleh kakak ipar saya - dan tentunya beliaulah yang membuat surat bersajak ini. Begini isi suratnya :

Ass.wbr....
Bunda,
ti abdi sadaya 'Iqro'cs
* Aya kahayang sapanjang jalan
Aya kaemut saikeut rambut
Hayang mere saengang hate
Tapi hanjakal kawengku kamampu ngan sajengkal
* Sanes diri "calon qori" teu ngarti
Sanes murid atik lali ka jasa  pangatik
Sanes teu isin mere maweh ngan sapisin
Mung "IEU" nu tiasa kahatur ka pangersa Bunda
* Harga mahal.........moal bakal
Nilai kwalitas.........lepas
Tampilanana....... saayana
Tapi mugia guna manfaat Insya Allah aya.....
Nu pasti Allah SWT bakal ngabales 
Kasaean oge pangabdian salira
dina ngatik ngaji Al Qur'an abdi sadaya. Amien
* Oge hapunten samudaya kalepatan,
kakirangan sareng kaalpaan.
* Hatur sewu nuhun

Wassalam
IQRO cs

aahh jadi terharu........http://www.emocutez.com


Saya mengajar iqro di gedung serba guna (yang sangat sederhana) di lingkungan RT kami, lebih tepatnya kami sebut ruang itu BALE FLAMBOYAN - nama flamboyan diambil dari nama Dasa Wisma RT kami.
Mau tahu suasana belajar iqro di bale ini ?.....waah, seruuu !!!...Serunya ? Ya, diantaranya ada murid saya  yang punya anak balita, Aidil namanya (1,5 tahun). Jadi, ibunya mengaji sambil menyusui si Aidil. Kalau sudah selesai minum susunya, dia akan berlari-lari mengitari ibu-ibu yang sedang belajar. Atau kejar-kejaran dengan anak yang lain sambil teriak dan ketawa-tawa. Dan saya harus fokus mendengarkan ibu-ibu yang mendapat giliran baca iqro,... wah, apalagi kalau ibu-ibu suaranya kecil, kuping saya harus ekstra 'fokus', soalnya kuping saya ini rada-rada gimanaa gitu, hehe.
Nah, biasanya anak-anak yang lebih besar dari Aidil (dari TK-SD), diantaranya anak dari ibu-ibu yang mengaji ini, bermain di luar bale. Tapi bila hujan datang, terpaksa anak-anak masuk ke  bale. Bisa dibayangkan dong, bagaimana riuhnya ruangan ini....kata orang Sunda mah 'recet' euy !
   http://www.emocutez.com 
dan....saya harus lebih dan lebih fokus lagi, heuheuheuheu ! Namanya juga anak-anak, inginnya selalu dekat dengan ibunya....
Eh, tapi kalau anak-anak lagi 'sholeh', mereka akan duduk manis di sebelah ibunya masing-masing yang sedang belajar iqro. Dan mereka akan memperhatikan ibunya yang mendapat giliran membaca. Bila si ibu salah membaca, mereka akan menegur, "ibu, salaaah...!!", hihihi....saya jadi punya asisten deh.
Yaa...., begitulah suka dukanya mengajar ibu-ibu ngaji. Seru dan happy !!!!....



   

       salam,

     

Rabu, 02 Mei 2012

Newspaper Mini Dress

Haaiiii.....apa khabar semuanya ?!
http://www.emocutez.com 
Hari Jumat kemaren saya kedatangan seorang tetangga (ibu Usman namanya) sekitar komplek yang tumben-tumbenan datang ke rumah. Dia meminta tolong dibuatkan 'dress' dari bahan koran bekas untuk keponakannya. Karena keponakannya jauh, jadi 'dress'nya minta dibuatkan ukuran mini saja, untuk contoh. Katanya kalau dibuat ukuran yang sesungguhnya, takut rusak di perjalanan menuju rumah keponakannya ...heuheu. Keponakannya ini mau lomba peragaan busana dari bahan bekas yang diadakan di sekolah PAUD-nya (kalau tidak salah PAUD singkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini). Ow..ow.....ternyata masih balita  toh, hihi !
Katanya lagi, ibu Usman ini datang ke saya karena tahu beberapa tahun yang lalu saya pernah menjuarai lomba membuat busana dari koran bekas (padahal hanya tingkat RW saja lho...hehe !).
Setelah nyari-nyari (pusing juga ya, yang ini atau yang itu, yang ini atau yang itu.....aarrrgghh !!!)
http://www.emocutez.com

model apa yang cocok untuk balita, dan terutama cara membuatnya mudah, itu yang terpenting - dan lagi ...buat si ibu balita ini bisa mengerjakannya sendiri. Oke...oke....
  Setelah mengambil beberapa lembar koran, lalu krek sana..krek sini, lipat sana..lipat sini, lem sana.. lem sini, beuuuuhh......sobekk !!!!! - sabaaaarr.....
Krek lagiii... lipat lagiii...lem lagiii....dan ditambah ada ngulir-ngulirnya juga.

Jadi deh newspaper mini dressnya.....gimana, lucu 'kan ?  hmmmm....narsis, hehe.
 saya tambahkan bunga ulir di bagian ban pinggang dan bahu

Selain membuat mini dress, saya juga membuatkan tas/keranjang (origami bag) untuk ditenteng si balita, ini dia hasilnya...
saya berhenti dulu mengisi TTS Kompas (Kompas Minggu, 29 April) hanya untuk membuat tas ini...lagi menggebu-gebu, hahaha ! Setelah jadi saya berikan ke ibu Usman pada hari itu juga (Minggu, 29 April) di rumahnya, karena lombanya diselenggarakan pada hari Selasa. Waah, baik hati sekali ya saya ini....eehm. Tapi ternyata si empunya rumah tidak ada di tempat, yaaaa....
 
saya sangat menyukai bentuk pita ini - origami bow, secara tidak sengaja saya menemukan origami bow ini ketika jalan-jalan di dunia maya, tapi lupa alamat blognya, soalnya sudah lama sekali.

Oke... mudah-mudahan ini menjadi inspirasi kalian, semoga...
Happy crafting  !!
          


       salam,   

Rabu, 11 April 2012

Laci-Laci Mungil dari Kotak+Kaleng Susu

Karena suka membuat puding leci (favorit anak-anak) dengan menggunakan susu kental manis, bekas kalengnya tentu saja banyak....sayang kalau dibuang ya, hehe...
Jadi untuk mengurangi penumpukkan kaleng di lemari bilik hobiku,
saya gunakan kaleng-kaleng ini sebagai 'rumah' laci-laci mungil,
kebetulan anak gadisku membutuhkannya.
Nah kali ini, saya ingin berbagi bagaimana cara membuatnya....ayo kita lihat !
Bahan utama yang diperlukan adalah :
Kotak susu bubuk 2-3 buah dan kaleng susu kental manis 3 buah atau tergantung kebutuhan.
Sedangkan bahan yang lainnya adalah kertas kado (2 macam motif), lem dan doubletape.
Alat-alat yang digunakan : mistar, gunting, cutter, bolpoin dan bolpoin kosong (untuk menggarisi karton agar mudah dilipat).

1. Buka sambungan dari kotak susu, lalu buat kotak dengan ukuran 5x5x7,5 cm :
2. Potong karton menurut ukuran di bawah ini. Agar rapi dan mudah dilipat, tekan karton dengan bolpoin kosong mengikuti garis-garis yang
  telah diukur tadi (kurang lebih 3x). Lalu gunting pada bagian-bagian yang diperlukan.
3. Beri doubletape/lem pada bagian tertentu pada karton, lalu rekatkan ke sebelahnya sehingga membentuk kotak/laci seperti no 4. Buat laci 2 buah lagi.
 
5. Buat karton bundar (3 buah) dengan ukuran lingkaran kaleng, lalu gunting.
6. Beri lem pada salah satu permukaan karton.
7. Tempelkan pada kertas kado.
8. Setelah kering lemnya, rapikan dengan gunting sisa kertas kadonya. Lakukan hal yang sama pada 
karton bundar yang lainnya.
      Sementara itu gunting kertas kado dengan ukuran 7,5x18 cm 3 buah (untuk bagian luar laci), sedangkan untuk bagian dalam laci (motif berbeda) ukurannya 14x16,5 cm yang digunting seperti gambar di atas sebelah kanan.

 9. Beri lem di seluruh permukaan bagian luar laci. Eit.... tunggu dulu, hanya bagian dasar
dan kedua sisi panjangnya saja ya.
 10. Tempelkan kertas kadonya (ukuran 7,5x18 cm).
Lipat-lipat kertas kado untuk bagian dalam laci seperti gambar di bawah.
11. Tempelkan ke dalam lacinya.
12. Permukaan bagian depan laci diberi lem.
13 & 14. Tempelkan pada bagian belakang karton bundar (no.8) tepat di tengah-tengah.
a. Siapkan potongan karton ukuran 1x6cm 3 buah (untuk handle laci) dan kertas kado dengan ukuran 2,5x7,5cm 3 buah.
Lipat kedua ujung karton masing-masing selebar 1cm.
 b. Tempelkan kertas kadonya (jangan lupa gunting ke-4 sudut kertas ini) pada handle seperti gambar dengan lem.
c. Setelah kering, lekukkan handle dengan bantuan bolpoin.Diamkan sebentar sambil dipegang agar stabil.
d. Lipat lagi kedua ujung handle ini (lihat gambar !).
15. Tempelkan handle dengan lem.
16. Bungkus dinding kaleng dengan kertas kado ukuran 7,5x24cm dengan menggunakan doubletape
(cukup di ke-2 bagian lebar/tinggi kertas kadonya saja yang diberi doubletape).
17&18. Karena waktu kaleng ditempelkan dengan kaleng yang lain terdapat celah, sehingga tidak akan menempel satu sama lain, maka saya tambahkan ganjelan karton yang dibungkus kertas kado sepanjang tinggi kaleng (lihat no.18).
19&20. Nah, setelah diberi ganjelan maka 'mereka' saling menempel deh...tidak mau dipisahkan lagi, hihi !!
Sekarang masukkan laci-laci yang sudah jadi tadi ke 'rumah' masing-masing .....
ayoo, silahkan masuuk !!......
taraaa.....this is it, mini draws from......aah, kepanjangan hehe...
 


'Rumah-rumah' laci ini dari kaleng bekas corned..

Dan ini 'rumah' dari sisa potongan bagian tengah botol maizone pada pembuatan Recycle Maizone Bottle 1
sedangkan laci-lacinya dari kotak pasta gigi.

Sabtu, 07 April 2012

FABRIC YO-YO OVAL


Biasanya fabric yo-yo itu berbentuk bundar, tapi kali ini saya ingin berbagi mengenai fabric
yo-yo berbentuk oval seperti di atas.
Tapi sebelumnya saya mau flashback dulu ya....
http://www.emocutez.com
Yo-yo oval ini 'tercipta' (ehm....) 5 tahun yang lalu (kalau tidak salah sekitar tahun 2007),
 ketika saya sedang beberes bilik hobiku, menemukan karton berbentuk oval.
Karton oval ini (seperti karton manila tetapi lebih tebal), saya dapatkan dari dalam
kemasan plastik roti bagelen kering berbentuk lonjong (seperti roti untuk hotdog), yang disimpan di dasar plastik supaya selain kemasan roti ini bisa berdiri tegak, juga ngebentuk si plastiknya menjadi oval.
Ketika itu saya hampir saja  membuangnya, tapi kok sayang ya kalau dibuang (hmmm...dasar pemulung elite, demikian teman saya menjuluki saya...hehe), karena menurut saya bentuk ovalnya sempurna. Lalu saya simpan saja deh, siapa tau kelak akan bermanfaat. Yes,.....good Ati !...ternyata tidak sia-sia menyimpan karton oval ini (trima kasih suamiku, yang telah membawa oleh-oleh roti bagelen ini...)
Buktinya, setelah selesai beberes itulah kepikiran untuk membuat fabric
yo-yo oval dengan menggunakan pola/template ini. Tapi tentu saja waktu itu masih ragu....apakah nantinya bisa ngebentuk
jadi oval atau nggak ya ?....
http://www.emocutez.com


Dan, ternyata setelah dicoba.....bener-bener jadi fabric yo-yo oval !!
duuuuhh......senangnya..


Ya, itulah awal mula 'terciptanya' fabric yo-yo oval. Sekarang bagaimana
cara membuatnya ?..
Gampaaang.....segampang membuat yo-yo bundar. Lihat saja !

Taruh pola oval di atas kain perca. Dengan menggunakan pensil kain, gambar/jiplak bentuk oval ini.Gunting kain yang sudah digambar ini mengikuti garis,
 atau boleh dilebihkan 0,5-0,7 cm.

   Lipat kain ke dalam (ke bagian yang buruk) selebar 0,5-0,7cm, jelujur sekeliling lipatan ini dengan jarum jahit yang sudah diberi benang 2 helai. Lalu tarik benangnya, dan matikan jahitannya.

Seperti ini jadinya. Lihat pola oval ini, pinggirannya menguning karena
sudah 5 tahun usianya....ya ampuuun !!

Pola sebesar telapak tangan, jadi fabric yo-yo nya mungkin 1/5-nya.

Tutup toples kue pun bisa jadi pola.


Selain membuat yo-yo oval, saya juga membuat yo-yo square.


Ketika saya jalan-jalan ke crayon's craft & co (sekitar tahun 2009) di Jl.Aceh no.15 Bandung, saya melihat "Quick" YO-YO MAKER bentuk heart, yaitu alat untuk membuat yo-yo berbentuk hati. Saya tertarik dan membelinya, harganya
waktu itu Rp 95.000,-...Lumayan mahal !
Di toko ini banyak tersedia alat-alat penunjang untuk kerajinan tangan, salah satunya yo-yo maker tadi. Malahan tiga minggu yang lalu, ketika saya dan kakak saya berkunjung ke sana, yo-yo makernya ada yang berbentuk bunga dan kupu-kupu berbagai ukuran. Toko ini bisa dilihat di sini .

Yo-yo yo-yo ini hasil dari memperbesar dan memperkecil pola yang sudah ada.

Mudah-mudahan postingan ini bermanfaat ya....
http://www.emocutez.com