Rabu, 12 November 2014

Hanya orang Sunda yang mempunyai nama waktu tiap jamnya

Apakah diantara sahabat ada yang ingat Ceu Popong ?.....Itu lho, yang memimpin sementara sidang DPR !!
Mungkin diantara sahabat ada yang melihat tayangan di televisi waktu perebutan untuk jadi ketua DPR periode 2014-2019 yang lalu. Nah, sidang DPR ini dipimpin/diketuai sementara oleh anggota DPR yang tertua dan wakilnya yang termuda, yaitu dipimpin oleh Ceu Popong dan wakilnyaaaa.....saya lupa namanya siapa ya ?...heheh.
Eit, di sini saya tidak akan membicarakan politik lho !!.....Tapi tentang orang Sunda yang mempunyai nama-nama waktu tiap jamnya.
Lho, apa hubungannya dengan Ceu Popong ?.....Ada, karena apa yang akan saya uraikan mengenai judul di atas ini saya dapatkan dari Ceu Popong. 
 Jadi begini sahabat, waktu lihat Ceu Popong di sidang DPR itu, saya jadi ingat beberapa bulan lalu beliau pernah menguraikan tentang nama-nama waktu orang Sunda di televisi lokal IMTV Bandung (beliau memang jadi host televisi lokal tersebut bertajuk "Ngawangkong Sareng Ceu Popong").
Menurut beliau, hanya satu-satunya di dunia yang mempunyai nama waktu dari jam 01-24, yaitu di tanah Sunda. Di Indonesia sendiri kita hanya mengenal nama waktu seperti subuh, fajar, pagi, siang, tengah hari, sore, petang, magrib dan lain-lain (sekitar 9 nama, yang saya ketahui). Sedangkan di Sunda ada 24 nama waktu (tiap jam ada namanya). Tapi banyak orang Sunda yang tidak mengetahuinya.


Dulu orang Sunda menyebut waktu tidak dengan angka, melainkan dengan suatu nama. Nama tersebut menandakan waktu sesuai dengan angka jam. Nah, nama-nama waktu tiap jamnya ini, berhubungan dengan suasana dan kegiatan sehari-hari saat itu (dahulu). 
Untuk lebih jelasnya, inilah uraian yang dikemukakan Ceu Popong :
1. Jam 01 namanya Tumorek, mungkin asal kata dari torek yang artinya tuli. Jadi maksudnya sekitar jam 01-an orang tidur pulas sampai-sampai tidak mendengar apa-apa.
2. Jam 02 dinamai Janari Leutik. Janari artinya dini hari atau sama dengan sahur, leutik artinya kecil, jadi mungkin bisa diartikan dini hari awal atau waktu sahur lebih awal.
3. Jam 03 namanya Janari Gede. Bisa diartikan waktu yang pas untuk sahur.
4. Jam 04, Kongkorongok Hayam. Kongkorongok artinya berkokok, hayam artinya ayam. Biasanya jam begini waktunya ayam berkokok.
5. Jam 05 namanya Balebat artinya fajar.
6. Jam 06, Carangcang Tihang. Tihang artinya tiang, sedangkan carangcang......saya tidak menemukan kata carangcang di kamus praktis bahasa Sunda (mungkin kurang lengkap ?). Nama ini bisa diartikan waktu setelah fajar. Menurut Ceu Popong, sekitar jam 06 ini mulai terlihat jelas pohon-pohon dari jauh atau tiang-tiang rumah.
7. Jam 07 namanya Meletek Panonpoe. Meletek artinya terbit, dan Panonpoe artinya matahari.
8. Jam 08 namanya Ngaluluh Taneuh. Ngaluluh.....lagi-lagi saya tidak menemukan di kamus. Sedangkan Taneuh artinya tanah. Jadi sekitar jam 08 ini orang mulai bekerja di sawah ataupun berkebun.
9. Jam 09 diberi nama Haneut Moyan, Artinya Haneut adalah hangat, sedangkan Moyan artinya berjemur. Sekitar jam 09 itu sedang hangat-hangatnya untuk berjemur, karena matahari tengah naik.
10. Jam 10 dinamai Rumangsang, mungkin maksudnya udara sudah mulai terasa panas.   
11. Jam 11 namanya Pecat Sawed. Arti dari pecat yaitu lepas, sawed adalah tali dari kulit untuk mengikat leher kerbau pada pasangan bajak. Jadi biasanya sekitar jam 11 ini waktunya melepas tali dari leher kerbau.
12. Jam 12 namanya Tangange atau disebut juga Manceran, yaitu tengah hari.
13. Jam 13 disebut Lingsir, yang artinya bergeser. Atau biasa disebut juga Lingsir Ngulon yang artinya bergeser ke barat, maksudnya matahari bergeser ke barat.
14. Jam 14 namanya Kalangkang Satangtung. Kalangkang artinya bayangan, dan satangtung asal kata dari nangtung yang artinya berdiri. Jadi sekitar jam 14 ini panjang bayangan orang berdiri akan sama dengan tinggi orang itu.
15. Jam 15 dinamai Mengok. Artinya matahari sudah ada di barat.
16. Jam 16 Tunggang Gunung, artinya petang hari pada ketika matahari di atas punggung gunung (mulai akan masuk).  
17. Jam 17 namanya Sariak Layung. Layung berarti lembayung senja, saat bianglala merah merona di ufuk barat.
18. Jam 18 dinamai Sareupna, artinya hari mulai gelap, biasa disebut juga Sande kala, yaitu senja menjelang magrib. Disebut sande kala, konon katanya hantu suka berkeliaran ketika matahari mulai tenggelam. Dahulu, orangtua suka melarang (menakut-nakuti) anak-anak berada di luar rumah atau melarang kita tidur ketika menjelang magrib karena sande kala. Padahal mungkin bukan karena itu ya !?... Menurut sepengetahuan Ceu Popong (kata para ahli), kalau tidur menjelang magrib akan cepat pikun.
19. Jam 19, namanya Harieum Beungeut. Artinya harieum adalah warna merah tua yang hampir hitam. Sedangkan beungeut artinya muka/wajah. Ya, sekitar jam 19 hari memang sudah gelap.
20. Jam 20, disebut Sareureuh Budak. Sareureuh dari kata reureuh yang artinya istirahat, dan budak artinya anak kecil. Waktunya bagi anak untuk istirahat (tidur).
21. Jam 21 dinamai Tumoke, karena tokek (cecak besar) biasanya mulai suka berbunyi (tekkeeee....tekkeeee.....!!!!) sekitar jam 21 (di pedesaan suka banyak tokek, tidak seperti di kota, hampir tidak ada).
22. Jam 22 Sareureuh Kolot. Kolot artinya tua (dewasa). Waktunya orang dewasa istirahat/tidur.
23. Jam 23 namanya Indung Peuting. Indung artinya ibu, peuting artinya malam hari. Saya lupa apa yang diuraikan Ceu Popong (tidak keburu mencatat...heheh). Mungkin (???).....bisa diterjemahkan sebagai malam utama (?)...
24. Jam 24, dinamai Tengah Peuting Ngaweng-ngaweng. Ya, mungkin ini bisa diterjemahkan seperti tengah malam yang gelap gulita.

Nah sahabat, demikian uraian saya mengenai nama-nama waktu. Mudah-mudahan bermanfat dan menambah hasanah budaya dan bahasa di tanah Sunda khususnya. Indonesia memang sangat kaya akan budaya dan bahasa daerahnya. Saya makin cinta Indonesia !!....

  Dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam menerjemahkan uraian yang disampaikan Ceu Popong.
Terima kasih Ceu Popong, karenamu saya jadi tahu bahwa "Sunda teh Adiluhung"....


Note : e ------> dibaca seperti mengucapkan huruf e pada kata enak.
        eu------> dibaca seperti mengucapkan salah satu kota di Aceh yaitu Meulaboh.



       salam,

5 komentar:

  1. Menarik sekali uraian mbak Ati. Hal yang belum pernah saya ketahui sebelum. TFS mbak Ati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak Hany, saya juga baru tahu ketika mendengar Ceu Popong menguraikan ini.

      Hapus
  2. Aku paling suka yang jam 4 pagi.

    BalasHapus
  3. Aku paling suka yang jam 4 pagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oo gitu mbak Pingkan, kenapa ?.....Apa karena bunyinya ya !?

      Hapus

Silakan tulis kritik, saran dan opini sahabat - saya akan senang membacanya...dan terimakasih atas kunjungannya.